KESEHATAN WANITA, KESEHATAN VAGINA

Posted on February 9, 2012. Filed under: ARTIKEL KESEHATAN, FREE ARTICLES, GRATIS ARTIKEL, SISTEM REPRODUKSI WANITA | Tags: , , , , , , , , |

                        SISTEM REPRODUKSI WANITA

 

Tahap-tahap perubahan Fisiologis wanita yang dialami saat usia 8 sampai 65 tahun diantaranya:

  • Masa Prapubertas pertumbuhan saat bayi dan anak-anak.
  • Masa Pubertas adalah masa awal pematangan seksual  yaitu seorang anak mengalami  perubahan fisik, hormonal dan seksual serta mampu mengadakan proses reproduksi.
  • Masa Reproduksi merupakan masa terpenting yaitu pembuahan yang bermakna untuk kemungkinan mengalami kehamilan.
  •  (menopause dan Masa Klimakterium pascamenopause) masa dimana haid terakhir atau saat haid terakhir yang disebabkan oleh menurunnya fungsi ovarium.
  • Masa Senile kemunduran alat-alat tubuh dan kemampuan fisik sebagai proses penuaan (menjadi tua).

Siklus Menstruasi

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrum) yang disertai pendarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan, kecuali pada saat kehamilan. Secara garis besar siklus menstruasi terbagi menjadi 3 fase, yaitu folikuler (pertumbuhan folikel di dalam ovarium), ovulatoir (pelepasan sel telur) dan luteal (pemecahan korpus luteum, Sehingga mengakibatkan pendarahan).

Sistem Reproduksi Wanita

Organ Kelamin Luar (Genetalia externa)

  • Mons Veneris merupakan kulit yang dibawahnya terdapat jaringan lemak yang menyerupai tulang kemaluan dan ditutupi oleh rambut kemaluan. Berfungsi sebagai pelindung terhadap benturan-benturan dari luar dan menghindari infeksi dari luar.
  • Labia Mayora (bibir besar) terdiri atas bagan kanan dan kiri, berbentuk lonjong mengecil kebawah dan bersatu di bagian bawah.
  • Labio Mnora (bibir kecil) merupakan lipatan kecil dibagian dalam labia mayora.
  • Klitoris merupakan bagian yang erektil, seperti penis pada pria. Selain itu klitoris juga mengandung banyak pembuluh darah dan serat saraf, sehingga sangat sensitif  saat berhubungan seks.
  • Vestibulum organ ini terdapat muara vagina (liang senggama) saluran kencing, kelenjar Bartholini dan kelenjar Skene.
  • Himen (selaput Darah) ialah selaput tipis yang menutupi sebagian lubang vagina luar. Pada umumnya himen berlubang sehingga menjadi saluran aliran darah menstruasi dikeluarkan oleh kelenjar rahim dan kelenjar endometrium.

Organ Kelamin Dalam (Genetalia Interna)

  • Vagina merupakan saluran otot-selaput yang menghubungkan rahim dengan dunia luar. Fungsi vagina sangatlah penting sebagai jalan lahir bagian lunak, sarana hubungan seksual, mengalirnya lendir dan darah menstruasi.
  • Rahim (Uterus) Lapisan otot rahim terdiri atas 3 bagian (endometrium, miometrium, dan perimetrium) yang masing-masing mempunyai kemampuan untuk tumbuh-kembang, sehingga dapat memelihara dan mempertahankan kehamilan selama 9 bulan.
  • Tuba Falopii merupakan bagian yang sensitif  terhadap infeksi dan menjadi penyebab utama terjadinya kemandulan. Fungsi tuba falopii sangat vital dalam proses kehamilan.
  • Indung Telur (Ovarium) merupakan sumber hormonal wanita yang paling utama, sehingga mempunyai dampak kewanitaan dalam pengatur proses menstruasi.
  • Parametrium (Penyangga Rahim) merupakan lipatan peritoneum dengan berbagai penebalan yang menghubungkan rahim dengan tulang panggul. Bentuk dan ukuran ini mempengaruhi kemudahan suatu proses persalinan.

 

Efek Penuaan Pada Wanita

Saat menopause, perubahan pada organ kelamin wanita begitu cepat terjadi, siklus menstruasi berhenti dan indung telur tidak lagi memproduksi estrogen. Kemudian pascamenopause, jaringan labia minora, klitoris, vagina dan uretra menipis. Ini merupakan proses penuaan atau atrofi. Efek penuaan terjadi karena terdapat sedikit estrogen untuk menstimulasi saluran susu, sehingga ukuran payudara berkurang dan menjadi kendur.

Perawatan Sistem Reproduksi

  1. Menjaga kebersihan seputar wilayah kemaluan agar kering dan lembab, karena keadaan basah memudahkan terjangkitnya infeksi dari luar.
  2. Biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh vagina.
  3. Mandilah secara teratur dengan membasuh vagina menggunakan air hangat dan sabun yang lembut.
  4. Pilih pasangan pria yang telah disunat. Sunat pada bagian ujung penis diperlukan untuk menjaga kebersihan penis pria. Beberapa peneliti membuktikan rendahnya kejadian kanker rahim pada istri yang suaminya sudah disunat.
  5. Jangan menggunakan alat bantu untuk masturbasi,karena bisa menyebabkan robeknya selaput darah dan infeksi pada vagina.
  6. Hindari penggunaan handuk atau washlap milik orang lain untuk mengeringkan vagina.
  7. Jangan menggunakan alat pembersih kimiawi tertentu karena akan merusak keasaman vagina.

                     PERMASALAHAN MENSTRUASI

 

Premenstrual Syndrame

Penyebabnya kemungkinan faktor sosial, budaya, biologi dan psikis gejalanya bervaviasi pada setiap wanita dan setip bulanya. Yang terlihat perubahan fisik dan suasana hati. Pengobatan sebaiknya kurangi asupan garam. Mekonsumsi vitamin B6, Kalsium dan magnesium.

Dismenorea

Adalah nyeri perut yang berasal kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Biasanya timbul pada masa remaja yaitu sekitar 2-3 tahun setelah menstruasi pertama. Pengobatannya istirahat yang cukup serta olahraga secara teratur, untuk mengurangi nyeri berikan obat anti peradangan nonsteroid.

Amenorea

Adalah kondisi tidak terjadinya menstruasi. Kelainan ini bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisis, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium, maupun bagian dari system reproduksi lainnya.

  • Penyebab amenorea primer tertundanya menstruasi pertama, Kelainan bawaan pada system kelamin dan penyakit lainnya.
  • Penyebab amenorea sekunder kecemasan akan kehamilan, penurunan berat badan yang drastis dan lain-lain.

 

Pendarahan Rahim Karena Kelainan Fisik

Beberapa kelainan fisik yang bisa menyebabkan pendarahan pada rahim antara lain cedera pada vulva atau vagina. Pendarahan abnormal pada masa reproduktif bisa disebabkan oleh alat kontrasepsi, komplikasi dari kehamilan. Pendarahan abnormal setelah menopause yang paling serius adalah kanker. Pengobatan pendarahan rahim tergantung kepada penyebabnya.

    

Pendarahan Rahim Disfungsional

Adalah pendarahan abnormal akibat perubahan hormonal. Disebabkan oleh adanya kelainan hormone yang mempengaruhi pengendalian system reproduksi hipotalamus dan kelenjar hipofisis. Gejalanya pendarahan secara tidak teratur, lama dan kadang-kadang sangat banyak.

Pengobatan bervariasi, tergantung pada usia penderita, keadaan lapisan dan rentan penderita untuk hamil lagi.

 

Sindrom Ovarium Polikista (Steinleventhal Syndrome)

Adalah suatu penyakit dimana ovarium membesar dan mengandung banyak kantong yang berisi cairan (kista). Penyebabnya belum sepenuhnya dimengerti, tetapi beberapa tiori menyebutkan adanya gangguan dalam pembentukan estrogen dan mekanisme umpan baik ovarium-hipotalamus. Gejalanya; Biasanya muncul pada masa pubertas, yaitu berupa obesitas hirsutisme, oligomenorea, kemandulan, payudara mengecil, jerawat dan virilisasi. Pengobatan tergantung pada jenis dan beratnya gejala, usia penderita dan rencana kehamilan.

                     

PERMASALAHAN KEWANITAAN

 

Keputihan

Keputihan paling umum disebabkan oleh jamur candida albicans. Gangguan ini dapat disertai gejala atau tanpa gejala yang dirasakan, Tetapi jika dilakukan pembiakan sekret vagina akan terlihat adanya jamur candida,spp. Faktor yang dapat meningkatkan resiko keputihan yaitu pengguna kontrasepsi jenis oral, Diafragma dengan speratisida, Kondom dan IUD (intrauterine Device). Gejalanya adalah kemerahan pada vulva di vagina, bengkak, iritasi dan rasa terbakar serta panas pada daerah vagina. Pengobatannya pemberian obat anti jamur untuk keputihan. Hindari penggunaan sabun atau parfum vagina untuk mencegah irtasi, menjaga agar bagian kewanitaan tetap bersih dan kering. Penggunaan cairan pembasuh vagina yang bersifat basa justru dapat merusak keasaman normal vagina serta memicu tumbuhnya kuman didaerah vagina secara abnormal yang mengakbatkan keputihan.

Bau Tidak Sedap

Bau tidak sedap bisa berasal dari keputihan, infeksi, kurang bersih, celana dalam yang ketat dan makanan yang beraroma tajam.

Berikut adalah tips menjaga kebersihan:

  • Jagalah kebersihan dengan selalu membasuh daerah kemaluan dengan air bersih.
  • Jangan terlalu sering menggunakan produk pembersih Miss V.
  • Hindari memakai celana dalam yang ketat terlalu sering.
  • Hindari penggunaan tisu toilet (khususnya yang wangi).

Peradangan Pada Vagina

Peradangan vagina tidak hanya diderita oleh wanita yang masih subur, tetapi juga bisa diderita oleh wanita yang mencapai usia menopause yang disebabkan oleh perubahan hormon setelah tidak mengalami menstruasi lagi.

  1. 1.      Jenis peradangan vagna
    1. a.      Peradangan vagina bersifat jamur ditandai dengan rasa gatal diluar atau dalam vagina. Terdapat leukorea seperti kulit tahu, sering kencing dan rasa sakit saat kencing atau berhubungan seksual.
    2. b.      Peradangan vagina bersifat tak normal karena cairan merangsang saluran urine, sehingga peradangan ini menyebabkan penderita banyak kencing dan sakit saat kencing.
    3. c.       Peradangan vagina bersifat usia tua ditandai dengan leukorea bertambah, menguning dan kental. Apabila parah bisa berkembang menjadi parah, berbau dan terkadang terdapat tetesan darah.
    4. d.      Peradangan vagina bersifat bakteri peradangan ini ditandai dengan leukorea bertambah, keluarnya cairan dari vagina dengan jumlah yang berlebihan, bisa berwarna putih, kuning atau sering hijau berbau busuk. Penyebabnya infeksi bakteri, jamur dan virus. Pengobatan dan penjegahan;
  • Segera cari pengobatan yang benar.
  • Jangan memakai pakaian ketat dan jaga kebersihan.
  • Hindari hubungan badan dan ajak pasangan anda untuk menjalani pemerksaan.
  • Janga mengobati diri sendiri karena kesalahan obat akan mempeburuk infeksi.
  1. 2.      Peradangan Pada Kandung kemih

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi bakteri yang menyerang wanita 10 kali lebih banyak dari pada pria. Diperkirakan 10-20 % wanita menderita infeksi saluran kemih. Kebanyakan menyerang wanita karena uretra wanita lebih rentan terhadap kontaminasi bakteri.

Gejala yang sering timbul pada penyakit infeksi saluran kemih yaitu;

  • Selalu ingin buang air seni dan terasa sakit.
  • Terasa gatal atau panas sewaktu buang air seni.
  • Radang kandung kemih juga menyebabkan adanya darah di dalam urine serta demam.
  • Sebagian penderita merasa sakit pinggang.

Pengobatannya hal yang utama usahakan buang air seni pada waktu bangun dipagi hari. Kurangi mimuman ringan yang mengandung garam sebab dapat memperlambat buang air kecil. Buah-buahan,sari buah dan juice baik dikonsumsi.

Pencegahan;

  • perhatikan kebersihan organ intim dengan baik.
  • Ganti selalu pakaian dalam setiap hari.
  • Pilih bahan katun sebagai bahan pakaian dalam.
  • Hindari pakaan dalam ketat.
  • Buanglah air seni sesering mungkin.
  • Jangan menunda buang air kecil.
  • Hindari kafein.
  • Usahakan jangan pernah malu untuk berkonsultasi pada Dokter.

 

GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI WANITA

 

Vulvitis Dan Vaginitis

Vaginitis adalah peradangan pada lapisan vagina. Vulvitis adalah peradangan pada vulva (organ kelamin luarw anita). Apabila peradangan terjadi pada vulva dan vagina maka dinamakan vulvovaginitis. Penyebabnya infeksi zat atau benda yang bersifat iritatif, tumor, terapi penyinaran dan obat-obatan. Gejalanya adalah keluarnya cairan abnormal dari vagina. Infeksi vagina karna jamur menyebabkan gatal-gatal sedang sampai hebat dan rasa terbakar pada vulva dan vagina, kulit tampak merah dan terasa kasar dan dari vagina keluar cairan kental seperti keju. Selain antibiotik untuk infeksi bakteri berikan jeli asam propionate agar cairan vagina lebih asam, sehingga mengurangi pertumbuhan bakteri.

Penyakit Radang Panggul

Penyakit radang panggul adalah peradangan pada tuba falopii dan banyak terjadi pada wanita yang aktif secara seksual. Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk melalui vagina dan bergerak ke rahim, lalu ke tuba falopii. Faktor resikonya yaitu aktivitas seksual pada masa remaja, berganti pasangan seksual dan pernah menderita penyakit menular. Gejalanya nyeri pada perut bagian bawah yang semakin memburuk, disertai mual dan muntah.

Endometriosis

Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh diluar rahim. Penyakit ini bersifat genetis dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama. Faktor resikonya;

  • Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis.
  • Wanita yang organisme ketika menstrusi.
  • Wanita yang menstruasi berlangsung 7 hari atau lebih.

Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang sering kali ditemukan di dinding belakang vagina. Pengobatanya tergantung kepada gejala, pemberian obat-obatan dan pembedahan.

Penyakit-penyakit Yang Bisa Mempersulit Kehamilan

  1. Gagal Jantung.
  2. Penyakit Jantung Rematik.
  3. Kelainan Jantung Bawaan.
  4. Prolaps Katup Mitral.
  5. Tekanan Darah Tinggi.
  6. Anemia.
  7. Penyakit ginjal.
  8. Penyakit Infeksi Saluran Kemih.
  9. Diabetes.
  10. Penyakit TIroid.
  11. Penyakit Hati.
  12. Asma.
  13. Lupus Eritematosus Sistemik.
  14. Arthritis Rematoid.
  15. Miastenia Gravis.
  16. Purpura Ttombositopenik Indiopatik.
  17. Pembedahan Saat Hamil.

Kontraksi Dan Persalinan

His (kontraksi)

His adalah serangkaian kontraksi rahim yang teratur, yang secara bertahap akan mendorong janin melalui rahim bagian bawah dan vagina, sehingga janin keluar. Kontraksi menyebabkan serviks membuka secara bertahap tertarik sampai hampir menyatu dengan rahim. Perubahan ini yang janin bisa melewati jalan lahir. Dirasakan dalam waktu 2 minggu sebelum atau sesudah tanggal perkiraan persalinan. Pada kehamilan pertama berlangsung 12-14 jam dan pada kehamlan berikutnya 6-8 jam. Jika ketuban pecah segera hubungi Dokter. Jika 24 jam persalinan belum dimulai dan keadaan bayi baik, lakukan induksi persalinan untuk mengurangi resiko infeksi akibat masuknya bakteri dari vagina ke dalam rahim. Infeksi bisa menyerang ibu maupun bayinya.

Persalinan

Persalinan adalah proses keluarnya atau lahirnya janin dan plasenta dari rahim. Tahap persalinan;

Tahap I, saat persalinan siibu dilarang mengejan karena mengejan sebelum pembukaan lengkap akan menghabiskan tenaga dan bisa menyebabkan robek pada serviks. Tahap ini dibedakan menjadi 2 fase.

  1. Fase awal ditandai dengan;
  • Kontraksi semakin kuat dan teratur,
  • Rasa nyeri masih bersifat minimal,
  • Serviks menipis dan membuka sampai sekitar 4 cm,
  • Berlangsung sekitar 8,5 jam (pada kehamilan pertama) dan 5 jam (pada kehamilan selanjutnya).
  1. Fase aktif ditandai dengan;
  • Serviks membuka sampai 10 cm,
  • Bagian kepala bayi mulai turun kedalam panggul ibu,
  • Ibu mulai merasakan desakan untuk mengejan,
  • Berlangsung sekitar 5 jam (pada kehamilan pertama) dan 2 jam (pada kehamilan selanjutnya).

Tahap II, yaitu pembukaan lengkap sampai bayi keluar dari rahim ibu. Tahap ini berlangsung kurang lebih 60 menit pada kehamilan pertama dan 15-30 menit pada kehamilan berikutnya.

Tahap III, yaitu dari kelahiran bayi sampai pengeluaran plasenta (ari-ari). Tahap ini berlangsung selama beberapa menit.

Persalinan Sepontan

Persalinan ini untuk mengontrol nyeri selama persalinan, digunakan teknik relaksasi dan pemanasan. Teknik lainnya adalah metode Leboyer yang melahirkan diruang gelap dan merendam bayi di dalam air hangat segera setelah dilahirkan.

Menghilangkan Nyeri Selama Persalinan

Obat untuk menghilangkan nyeri selama persalinan terbagi kedalam 2 kelompok, yaitu analgersik dan anestesi. Analgersik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. Mengonsumsi analgersik tetap berada dalam keadaan sadar, tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi meringankan rasa nyeri. Anestesi obat untuk menghilangkan rasa dan kesadaran. Sedangkan jenis lain hanya menghilangkan nyeri di bagian tertentu dan pemakainya tetap sadar.

Nilai Apgar

Nilai apgar adalah suatu cara praktis untuk menilai keadaan bayi yang baru lahir. Nilai apgar 1 menit menunjukan toleransi bayi terhadap proses kelahirannya, sedangkan nilai apgar 5 menit menunjukan adaptasi bayi terhadap lingkungan baru.

Ketika Tanggal Perkiraan Persalinan telah Lewat

Jika tanggal perkiraan persalinan telah lewat 2 minggu, biasanya dilakukan induksi persalinan. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi, seperti gawat janin atau bayi terlalu besar.

 

Fibroid

Fibroid adalah tumor jinak pada dinding rahim yang terdiri dari otot dan jaringan fibrosa. Fibroid terjadi pada 20% wanita 35 tahun dan lebih sering ditemukan pada wanita berkulit hitam. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti, namun tampaknya dipengaruhi oleh kadar estrogen.

Gejalanya;

  • Pendarahan menstruasi yang banyak atau lama,
  • Sering berkemih,
  • Kemandulan akibat penyumbatan tuba falopii atau distorsi rongga rahim,
  • Nyeri, tekanan atau perasaan berat di daerah panggul selama menstruasi.

Pada pemeriksaan panggul rahim teraba membesar atau teraba adanya masa padat dengan bentuk yang tidak beraturan. Kebanyakan kasus fibroid tidak memerlukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan rutin 6-12 bulan.

 

 

 

 

KANKER PADA SISTEM REPRODUKSI WANITA

 

Kanker Serviks

Kanker seviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam serviks (leher rahim) bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks antara lain infeksi HPV, merokok, hubungan seksual pertama pada usia dini, berganti pasangan seksual, gangguan system kekebalan dan pemakaian pil KB.

 

Keadaan Prakanker pada Serviks

Sel-sel  pada permukaan serviks kadang tampak abnormal, tetapi tidak ganas. Perubahan pada sel-sel serviks terbagi 2 kelompok yaitu;

  • Lesi Tingkat Rendah merupakan perubahan pada ukuran, bentuk dan jumlah sel yang membentuk permukaan serviks.
  • Lesi Tingkat Tinggi ditemukan sejumlah besar sel prakanker yang tampak sangat berbeda dari sel yang normal.

Gejalanya pendarahan vagina yang abnormal setelah melakukan hubungan seksual dan pascamenopause, menstruasi abnormal lebih lama dan lebih banyak.

Tes Pap Smear

Pap smear adalah suatu pemeriksaan mikroskopis terhadap sel-sel yang diperoleh dari asupan serviks.

Bopsi

Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan luka pada serviks atau jika hasil tes Pap Smear menunjukkan suatu abnormalitas atau kanker.

Kolposkopi

Kolposkopi adalah prosedur pengamatan menggunakan kolposkop, yaitu suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar kuat dengan pembesaran tingkat tinggi.

Tes Schiller

Dalam pemeriksaan ini, sel serviks diolesi dengan larutan lugol (campuran dari yodium 5g, kalium yodida 10g dan air 100ml).

Jenis-Jenis Pengobatan

  • Pengobatan untuk Lesi Prakanker dengan cryosurgery (pembekuan), kauterisasi (pembakaran juga disebut diatermi), pembedahan leser untuk menghancurkan sel-sel yang abnormal tanpa melukai jaringan yang sehat di sekitarnya dan LEEP (Loop Electrosurgcal Excision Procedure) atau konisasi.
  • Pengobatan untuk Kanker Serviks antara lain pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan terapi biologis.

 

Efek Samping Pengobatan

Efek samping dari pengobatan kanker sangat tergantung pada jenis dan luasnya pengobatan, serta reaksi tubuh dari setiap penderita. Jika kanker serviks telah menyebar ke luar panggul, kadang penderita dianjurkan untuk menjalani kemoterapi, dan kemoterapi ini diberikan dalam suatu siklus.

 

Pencegahan

Ada dua cara untuk mencegah kanker serviks, yaitu dengan mencegah terjadinya infeksi HPV dan melakukan pemeriksaan Pap smear secara teratur.

Kanker Rahim

Kanker rahim merupakan tumor ganas yang tumbuh pada endometrium (lapisan rahim). Kanker ini biasanya terjadi setelah masa menopause dan sering menyerang wanita usia 50-60 tahun. Gejalanya sebagai berikut;

  • Peradangan rahim yang abnormal,
  • Pendarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun),
  • Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul,
  • Nyeri atau kesulitan dalam berkemih.

Faktor resiko kanker rahim antara lain usia, terapi sulih hormon, obesitas, tamoksifen, ras berbagai penyakit (misalnya diabetes dan hipertensi) dan kemandulan.

  1. a.      Stadium I  kanker hanya tumbuh didalam rahim.
  2. b.      Stadium II  kanker telah menyebar ke leher rahim.
  3. c.       Stadum III kanker telah menyebar keluar rahim, tetap masih di dalam rongga panggul dan belum menyerang kandung kemih maupun rektum.
  4. d.      Stadum IV kanker telah menyebar kedalam kandung kemih, rektum atau keluar rongga panggul.

 

Pengobatannya dengan pembedahan, terapi penyinaran dan kemoterapi. Pengobatan kanker bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat, sehingga dapat menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diharapkan. Wanita yang meiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering menjalani pemeriksaan panggul, Pap smear, tes screening (termasuk biopsi endometrium).

Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah tumor ganas yang tumbuh pada ovarium (indung telur). Kanker ini sangat berbahaya karena bisa menyebar secara langsung ke daerah sekitarnya. Melalui getah bening kanker bisa menyebar ke panggul serta perut, sedangkan melalui pembuluh darah kanker bisa menyebar ke hati dan paru-paru. Penyebabnya belum di ketahui secara pasti. Namun efek perlindungan terhadap kanker ovarium ditemukan pada wanita yang memiliki banyak anak, kehamilan pertama terjadi di usia dini dan yang mengkonsumsi pil KB. Gejala awal kanker ovarium rasa tidak enak yang samar-samar di perut bagian bawah. Diagnosis stadium ini sulit di tegakkan karena kanker baru menimbulkan gejala setelah mencapai stadium lanjut dan gejalanyapun menyerupai beberapa penyakit lainnya. Pengobatanya;

  1. a.      Jika kanker belum menyebar keluar ovarium dilakukan pengangkatan ovarium.
  2. b.      Jika kanker telah menyebar keluar ovarium dilakukan pengangkatan kedua ovarium dan rahim, serta kelenjar getah bening dan struktur di sekitarnya.
  3. c.       Setelah pembedahan bisa dilakukan terapi penyinaran dan kemoterapi untuk menghancurkan sisa-sisa sel kanker.

 

Kanker Vulva

Kanker vulva adalah tumor ganas yang tumbuh didalam vulva. Vulva merupakan bagian luar dari system reproduksi wanita yang meliputi labia, lubang vagina, lubang uretra dan klitoris. Ada beberapa jenis kanker vulva, di antaranya karsinoma sel skuamosa, melanoma, sarcoma, karsinoma sel basal dan adenokarsinoma.

Penyebabnya yaitu;

  • Infeksi HPV atau kutil kelamin.
  • Infeksi HIV.
  • Usia.tiga perempat usia 50-70 tahun.
  • Pernah menderita kanker leher rahim atau vagina.

Kanker vulva mudah dilihat dan teraba sebagai benjolan, penebalan, ataupun luka terbuka atau disekitar lubang vagina dan kadang terbentuk bercak atau perubahan warna. Pengobatan secara umum yaitu pembedahan, terapi penyinaran dankemoterapi. Pencegahannya ada 2 macam cara untuk mencegah kanker vulva yaitu menghindari faktor risiko yang bisa dikendalikan dan mengobati keadaan prakanker sebelum terjadinya kanker invassif. Sebagai upaya deteksi dini terhadap kanker vulva, wanta hendaknya mewaspadai setiap perubahan yang terjadi pada kulit vulva dengan melakukan pemerksaan sendiri (dengan bantuan sebuah cermin) setiap bulan.

Kanker Vagina

Kanker vagina merupakan tumor ganas yang tumbuh pada vagina. Terdapat beberapa kanker vagina antara lain karsinoma sel skuamosa, adenokarsinoma, melanoma maligna dan sarkoma. Kanker vagina menyebabkan kerusakan pada lapisan vagina serta terbentuknya luka terbuka yang bisa mengalami pendarahan dan infeksi. Penderita mungkin juga mengalami pendarahan atau keluar cairan abnormal dari vagina. Pengobatan untuk keadaan prakanker (NIVA). Niva tingkat rendah sering kali menghilang dengan sendirinya. Oleh karena itu, pengobatan kanker biasanya hanya dilakukan pada NIVA tingkat menengah atau tinggi. Pengobatan kanker vagina terdiri 3 macam yaitu pembedahan,terapi penyinaran dan kemoterapi. Cara terbaik untuk mengurangi risiko kanker vagina dengan menghindari faktor risikonya.

Kanker Saluran Telur

Kanker saluran telur adalah tumor ganas yang tumbuh pada saluran telur (tuba falopii). Kanker ini sangat jarang terjadi. Di seluruh dunia ditemukan kurang dari 1.500-2.000 kasus. Kanker saluran telur biasanya merupakan penyebaran dari organ lain (misalnya ovarium). Perkembangannya terbagi ke dalam empat stadium,yaitu;

  • Stadium I, kanker terbatas pada saluran telur,
  • Stadium II, kanker menyerang salah satu atau kedua saluran telur dan telah menyebar ke panggul,
  • Stadium III, kanker salah satu atau kedua saluran telur dan telah menyebar ke luar panggul,
  • Stadium IV, kanker salah satu atau kedua saluran saluran telur dan telah menyebar ke organ tubuh lainnya yang jauh.

Pengobatannya dengan pembedahan guna mengangkat kedua saluran telur, kedua indung  telur dan rahim disertai pengangkatan kelenjar getah bening perut dan panggul. Pada stadium lanjut setelah pembedahan perlu dilakukan kemoterapi atau terapi penyinaran.

Mola Hidatidosa (hamil anggur)

Mola hidatidosa adalah suatu masa atau pertumbuhan didalam rahim yang terjadi pada awal kehamilan. Mola hidatidosa disebabkan kelainan pada sel telur, rahim dan kekurangan gizi. Resiko yang lebih tinggi ditemukan pada wanita yang berusia dibawah 20 tahun atau diatas 40 tahun. Gejalanya;

  • Pendarahan dari vagina pada wanita hamil,
  • Mual dan muntah berat,
  • Pembesaran perut melebihi usia kehamilan,
  • Hipertiroidisme berupa denyut jantung yang cepat, gelisah, cemas, tidak tahan panas, penurunan berat badan, tinja encer, tangan gemetar, serta kulit lebih hangat dan basah.

Pengobatannya mola harus dibuang seluruhnya. Jika tidak biasanya akan terjadi aborsi spontan dan diagnosisnya sudah pasti dilakukan aborsi terapeutik melalui prosedur dilatasi dan kuretase. Wanita yang pernah menjalani pengobatan untuk mola sebaiknya tidak hamil dulu untuk waktu 1 tahun.

Kista Indung Telur

Kista indung telur biasanya berupa kantong yang tidak bersifat kanker yang berisi material cair atau setengah cair. Kista indung telur dapat terbentuk kapan saja antara masa pubertas sampai menopause, termasuk selama kehamilan. Beberapa kista lutein bahkan sering terjadi saat kehamilan. Kista indung telur kecil biasanya tidak menghasilkan gejala, kecuali terjadi pecah atau terpuntir sehinnga menyebabkan sakit perut, distensi dan kaku. Kista yang besar atau jumlah banyak dapat menyebabkan tidak nyaman pada panggul, sakit pinggang, rasa sakit saat berhubungan seksual dan pendarahan uterus yang abnormal.

Kista tidak perlu diobati karena akan sembuh sendiri dalam waktu 60 hari. Apabila mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya diberikan clomiphene citrate secara oral atau progesterone intramuskular (selama 5 hari) untuk memperbaiki siklus hormonal dan menginduksi ovulasi. Pemakaian kontrasepsi oral juga akan mempercepat ovulasi fungsi kista (termasuk kedua tipe dari kista lutein dan kista folikel).

 

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: